Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Catatan Suami Rindi #3: Test Pack

Gambar
"Udah isi belum?" Begitu kira-kira tanya beberapa teman dalam beberapa waktu belakangan.
"Udah, alhamdulillah..." Jawab saya singkat. Sembari mengelus-elus perut sendiri (yaiyalah masa' perut yang nanya). "Alhamdulillah, tadi pagi udah isi pake nasi uduk sama gorengan" Mantap saya menjawab (dalam hati).
Sesungguhnya saya sudah jenuh dengan pertanyaan macam diatas. Maka saya beristikharah untuk mencari jawabannya.
Dengan tingkat kemiringan isi kepala saya yang sudah makin besar derajatnya, sesuai yang kalian tahu. Maka saya memutuskan untuk: .......memakai test pack.
Test pack yang saya pakai milik istri yang merupakan kado dari temannya. Mungkin ini adalah semacam karma. Istri dikadoi untuk pernikahan berupa test pack. Mungkin karena dulu saya mengkadoi seorang sahabat saya yang menikah dengan: .....jamu khusus pria.
Berbekal test pack cuma-cuma inilah saya menemukan jawaban nya.
...Dan hasilnya adalah (pastinya): positif!!!
Kok bisa?  Ya bisa atuh. …

Catatan Suami Rindi #2: (ng)Gojek Seumur Hidup

Gambar
Genap 2 bulan saya menjadi teman hidup bagi Rindi Fidriantika. Dan menjadi suami, berarti siap menjadi apapun yang serba ajaib.

Benar-benar ajaib memang sebuah pernikahan. Yang tadinya jarang mandi, sekarang mandi ga cukup 2x. Yang sebelumnya suka gulang-guling di kasur seharian, sekarang suka tidak suka harus bangun pagi dan cuci baju. Dulu suka lihat bola semalam suntuk, sekarang lebih banyak bergumul dengan sapu dan kain pel.
Tapi itu mereka. Saya mah teteup. Jarang mandi, suka gulang-guling seharian dan fanatik bola.

Lalu apa yang berubah dari saya?

Tambah ganteng?
Yang ini mah jelas, level ketampanan saya sudah mentok di level tertinggi.

Tambah maju perutnya?
Jelas. Kalau istri saya yang masak, nafsu makan suami meningkat karena lezatnya hasil karya istri. Makan bisa berpiring-piring. Nah, kalau saya yang masak, nafsu makan istri saya yang turun drastis sangking tidak karuannya itu rasa dan rupa makanan. Walhasil, saya yang menghabiskan makanan istri yang tak tega ia habiskan.